Pages

Selasa, 12 November 2013

Tombol Shortcut Pada Windows 7


Pintas keyboard Umum Kemudahan 

shortcut keyboard Access :




F1


Tampilan Bantuan


Shift kanan selama delapan detik


Hidupkan Tombol Filter dan mematikan

Ctrl + C ( atau Ctrl + Insert )


Menyalin item yang dipilih


Alt Kiri + Shift Kiri + PrtScn ( atau PrtScn )


Hidupkan Kontras Tinggi atau menonaktifkan

Ctrl + X


Potong item yang dipilih


Alt Kiri + Shift Kiri + Num Lock


Hidupkan Tombol Mouse atau menonaktifkan

Ctrl + V ( atau Shift + Insert )


Paste item yang dipilih


Pergeseran lima kali


Hidupkan Sticky Keys atau menonaktifkan

Ctrl + Z


Membatalkan aksi


Num Lock selama lima detik


Hidupkan Tombol Beralih atau menonaktifkan

Ctrl + Y


Redo tindakan


Tombol logo Windows + U


Buka Kemudahan Access Center

Hapus ( atau Ctrl + D )


Menghapus item yang dipilih dan memindahkannya ke Recycle Bin
Tombol logo Windows keyboard shortcut

Shift + Delete


Menghapus item yang dipilih tanpa pindah ke Recycle Bin terlebih dahulu


Tombol logo Windows


Membuka atau menutup menu Start .

F2


Ubah nama item yang dipilih


Tombol logo Windows + Pause


Menampilkan kotak dialog System Properties .

Ctrl + Panah Kanan


Pindahkan kursor ke awal kata berikutnya


Tombol logo Windows + D


Tampilan desktop .

Ctrl + Panah Kiri


Pindahkan kursor ke awal kata sebelumnya


Tombol logo Windows + M


Minimalkan semua jendela .

Ctrl + Panah Bawah


Pindahkan kursor ke awal paragraf berikutnya


Tombol logo Windows + Shift + M


Kembalikan jendela diminimalkan ke desktop .

Ctrl + Panah


Pindahkan kursor ke awal paragraf sebelumnya


Tombol logo Windows + E


Buka Komputer .

Ctrl + Shift dengan tombol panah


Pilih blok teks


Tombol logo Windows + F


Mencari file atau folder .

Pergeseran dengan tombol panah


Pilih lebih dari satu item dalam sebuah jendela atau pada desktop , atau pilih teks dalam dokumen


Ctrl + tombol logo Windows + F


Mencari komputer ( jika Anda berada di jaringan ) .

Ctrl dengan tombol panah + Spasi


Pilih beberapa item individual dalam sebuah jendela atau pada desktop


Tombol logo Windows + L


Mengunci komputer Anda atau beralih pengguna .

Ctrl + A


Pilih semua item dalam dokumen atau jendela


Tombol logo Windows + R


Buka kotak dialog Run .

F3


Mencari file atau folder


Tombol logo Windows + T


Cycle melalui program-program di taskbar .

Alt + Enter


Menampilkan properti untuk item yang dipilih


Tombol logo Windows + nomor


mulai
program yang ditempelkan ke taskbar dalam posisi yang ditunjukkan oleh
nomor. Jika program sudah berjalan , beralih ke program tersebut.

Alt + F4


Menutup item aktif , atau keluar dari program aktif


Shift + tombol logo Windows + nomor


Mulai contoh baru dari program yang ditempelkan pada taskbar dalam posisi yang ditunjukkan oleh nomor tersebut.

Alt + Spacebar


Buka menu shortcut untuk jendela aktif


Ctrl + tombol logo Windows + nomor


Beralih ke jendela aktif terakhir dari program yang ditempelkan pada taskbar dalam posisi yang ditunjukkan oleh nomor tersebut.

Ctrl + F4


Tutup dokumen aktif ( dalam program yang memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan )


Alt + tombol logo Windows + nomor


Buka Daftar Langsung untuk program yang ditempelkan pada taskbar dalam posisi yang ditunjukkan oleh nomor tersebut.

Alt + Tab


Beralih di antara item yang terbuka


Tombol logo Windows + Tab


Cycle melalui program-program di taskbar dengan menggunakan Aero flip 3 - D .

Ctrl + Alt + Tab


Gunakan tombol panah untuk beralih di antara item yang terbuka


Ctrl + tombol logo Windows + Tab


Gunakan tombol panah untuk siklus melalui program-program di taskbar dengan menggunakan Aero flip 3 - D .

Ctrl + Mouse scroll wheel


Mengubah ukuran ikon pada desktop


Ctrl + Tombol logo Windows + B



Beralih ke program yang menampilkan pesan di area notifikasi .

Tombol logo Windows + Tab


Cycle melalui program-program di taskbar dengan menggunakan Aero flip 3 - D


Tombol logo Windows + Spasi


Preview desktop .

Ctrl + tombol logo Windows + Tab


Gunakan tombol panah untuk siklus melalui program-program di taskbar dengan menggunakan Aero flip 3 - D


Tombol logo Windows + Up Arrow


Maksimalkan jendela.

Alt + Esc


Siklus melalui item dalam urutan mereka dibuka


Tombol logo Windows + Panah Kiri


Maksimalkan jendela ke sisi kiri layar .

F6


Siklus melalui elemen layar dalam jendela atau pada desktop


Tombol logo Windows + Panah Kanan


Maksimalkan jendela ke sisi kanan layar .

F4


Menampilkan daftar address bar pada Windows Explorer


Tombol logo Windows + Panah Bawah


Minimalkan jendela.

Shift + F10


Menampilkan menu shortcut untuk item yang dipilih


Tombol logo Windows + Home


Minimalkan semua tapi jendela aktif .

Ctrl + Esc


Buka menu Start


Tombol logo Windows + Shift + Up Arrow


Meregangkan jendela ke atas dan bawah layar .

Alt + digarisbawahi surat


Menampilkan menu yang sesuai


Tombol logo Windows + Shift + Panah Kiri atau Panah Kanan


Memindahkan jendela dari satu monitor ke yang lain .

Alt + digarisbawahi surat


Lakukan perintah menu ( atau perintah digarisbawahi lainnya )


Tombol logo Windows + P


Pilih mode tampilan presentasi .

F10


Aktifkan menu bar dalam program aktif


Tombol logo Windows + G


Siklus melalui gadget .

Panah Kanan


Buka menu sebelah kanan , atau membuka submenu


Tombol logo Windows + U


Buka Kemudahan Access Center .

Panah Kiri


Buka menu sebelah kiri , atau menutup submenu


Tombol logo Windows + X


Buka Windows Mobility Center .

F5 ( atau Ctrl + R )


Refresh jendela aktif
Shortcut keyboard taskbar

Alt + Panah


Lihat folder satu tingkat di Windows Explorer


Shift + Klik pada tombol taskbar


Buka program atau cepat membuka contoh lain dari program

Esc



Membatalkan tugas saat ini


Ctrl + Shift + Klik pada tombol taskbar


Buka program sebagai administrator

Ctrl + Shift + Esc


Buka Task Manager


Shift + Klik kanan pada tombol taskbar


Tampilkan menu jendela untuk program

Bergeser ketika Anda memasukkan CD


Mencegah CD dari bermain secara otomatis


Shift + Klik kanan pada tombol taskbar dikelompokkan


Tampilkan menu jendela untuk grup

Left Alt + Shift


Beralih bahasa input ketika beberapa bahasa input diaktifkan


Ctrl + Klik pada tombol taskbar dikelompokkan


Siklus melalui jendela kelompok

Ctrl + Shift


Mengubah layout keyboard ketika beberapa layout keyboard diaktifkan


Kanan atau Kiri Ctrl + Shift


Mengubah arah membaca teks bacaan dalam bahasa kanan-ke - kiri

Dialog box shortcut keyboard

Ctrl + Tab


Bergerak maju melalui tab


Ctrl + Shift + Tab


Pindah kembali melalui tab


tab


Bergerak maju melalui pilihan


Shift + Tab


Pindah kembali melalui pilihan


Alt + digarisbawahi surat


Lakukan perintah ( atau pilih opsi ) yang terjadi dengan surat itu


masuk


Menggantikan mengklik mouse untuk banyak perintah yang dipilih


spasi


Pilih atau menghapus kotak centang jika pilihan yang aktif adalah kotak centang


tombol panah


Pilih sebuah tombol jika pilihan aktif adalah group tombol pilihan


F1



Tampilan Bantuan


F4


Menampilkan item dalam daftar aktif


Backspace


Buka folder satu tingkat atas jika folder dipilih dalam Simpan Sebagai atau Buka kotak dialog



Sabtu, 09 November 2013

Macam - Macam BIOS beserta Pengertian dan Kegunaan

MACAM - MACAM BIOS KEGUNAAN  DAN FUNGSINYA


BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Output System. Nahh,, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya yaitu komputer yang berbasis keluarga prosesorIntel x86. Merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampumelakukan hal-hal berikut:
1.Inisialisasi atau penyalaan serta pengujian terhadap perangkat keras yaitu dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST.
2.Memuat dan menjalankan sistem operasi
3.Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer seperti tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer.
4.Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
BIOS juga menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras seperti keyboard. Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan atau assembly yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan. Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras yaitu beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loadersederhana dalam ROM. Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” yaitu IBM PC-DOS atau “IO.SYS” yaitu MS-DOS yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai “kehidupan” dalam tulisan.
Adapun Macam-Macam BIOS yaitu :
1. AMI BIOS
2. Phoenix BIOS
3. Award BIOS
4. O E M yaitu seperti merk Dell, HP, Acer
BIOS juga terdiri dari komponen penting yaitu :
1.Baterai CMOS : Berfungsi untuk menyimpan konfigurasi seperti tanggal/waktu/jam, setting booting.
2.ROM BIOS :
   a.PROM (Programable Road Only Memory)
   b.R-Prom (Re-Programable ROM)
   c.EPROM (Erasable PROM)
   d.EEPROM (Elictracally erasable PROM)
Komponen-komponen BIOS :
1. Program BIOS setup yaitu Sebagai Dasar
2. Driver sebagai Sebagai Penghubung
3. Program Bootstoper Utama yaitu Sebagai Proses
Alur kinerja BIOS yaitu dengan cara booting ROM Chipset Compress Memory Utama Eksekusi POST (Power On Self Test)
Fungsi BIOS
1. Inisialisasi/Pengolahan komponen-komponen yang ada dalam komputer. POST
   a. Processor
   b. RAM
   c. Chipset
   d. HardDisk
   e. CD Rom
   f. DVD ROMg. Flopy Ariveh. I/O
2. Memuat dan menjalankan system operasi.
3. Mengatur konfigurasi dasar, Diantaranya “Tanggal, waktu, konfigurasi, mediapenyempanan, konfigurasi, proses booting, kinerja serta kestabilan computer”
4. Membantu system operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras denganmenggunakan BIOS runtime services.
AMI BIOS
AMI BIOS adalah BIOS yang dikembangkan dan dijual oleh Megatrends Amerika. Hal ini digunakan baik di perusahaan memiliki motherboard dan pada motherboard yang dijual oleh perusahaan lain. American Megatrends adalah satu-satunya pihak ketiga produsen BIOS motherboard juga memproduksi sendiri, meskipun dalam volume yang relatif kecil. Pada 2002, AMI BIOS adalah yang paling populer BIOS firmware untuk PC.
Kesalahan yang sering terjadi pada AMI BIOS yaitu :
a. two short beep =parity circuit failur
b. three short beep =base 64 kb RAM failur
c. four short beep =system time RAM failur
d. five short beep =prOCESSOR FAILUR
e. six short beep =keyboard controll error
f. seven short beep =virt mode exception error
g. eight shoort beep =display memory failure
h. nine short beep =ROM BIOS cheek sum failur
i. one long & three short beep =base/extended memory failur
j. one long & eight short beep =display/restrase failur
AWARDS BIOS
Award BIOS ROM memiliki built-in program setup yang memungkinkan pengguna untuk memodifikasi dasar sistem konfigurasi. Informasi ini disimpan dalam CMOS RAM sehingga dapat menyimpan informasi setup, bahkan ketika power dimatikan. Ketika Anda menghidupkan atau reboot sistem, tekan tombol Delete
untuk masuk ke dalam Award Program setup BIOS. Layar utama adalah daftar menu dan fungsi yang tersedia dalam program setup. Pilih item yang diinginkan dan tekan enter. untuk membuat perubahan. perintah operasi terletak di bagian bawah dan semua tampilan lainnya pada layar BIOS. Pada wilayah yang disorot, informasi Help akan tampil secara on-line ditampilkan di tepi kiri bawahlayar.
Pesan Kesalahan Yang Terjadi pada AWARD BIOS
a. one long & two short beeps =Video error
b. two,short beeps =any non-fatal error
c. one,short beeps =no error during pot
Selanjutnya dari referensi lain :
a. 1x panjang : Kesalahan RAM, modul tidak duduk dengan tepat.
b. 1x panjang : 2x pendek: Graphic card cacat atau rusak.
c. 1x panjang : 3x pendek: Keyboard rusak atau tidak terpasang (mulai versi 4.5 signal ini menunjukkan kesalahan graphic card).
d. Tak terputus : RAM atau graphic card tidak ditemukan.
PHOENIX BIOS
BIOS ini Mengembangkan dan mendukung perangkat lunak sistem inti untuk komputer pribadi dan perangkat komputasi lainnya.  Produk Phoenix – biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input / Output System) atau firmware – Dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas, keamanan dan pengelolaan berbagai komponen dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut. Phoenix Technologies dan IBM mengembangkan El Torito standar.
Pesan kesalahan yang muncul pada phoenix Bios :
a. 1x-1x-4x: BIOS rusak.
b. 1x-2x-1x: Motherboard rusak.
c. 1x-3x-1x: Masalah RAM, modul tidak terpasang dengan baik.
d. 3x-1x-1x: Motherboard rusak.
e. 3x-3x-4x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.
f. one,one,& three beeps = CMOS read /write failure
g. one,one,& four beeps = ROM BIOS check sum failure
h. one,two,& one beeps = programmable interval time failure
i. one,two,& two beeps = DMA initialization failure
j. one,two,& three beeps = DMA page register read / write failure
k. one,three,& one beeps = RAM refresh varification errror
l. one,three,& three beeps = First 64kb RAM chip / data line failure
m. one,four,& two beeps = party failure first 64k RAM
n. one,four,& three beeps = fail sale time feature (EISH ONLY). 

Jumat, 08 November 2013

Fungsi Kegunaan dan Bagian-Bagian Hardisk


Pengertian Harddisk - Harddisk adalah media penyimpanan data permanen, jadi data tidak hilang meskipun listrik sudah dimatikan. Harddisk berisi cakram magnetik yang mampu menyimpan data. Ukuran harddisk dinyatakan dalam Byte (B), contoh: 160GB (160 milyar byte). Harddisk ditemukan pertama kali oleh Reynold Johnson di tahun 1956. Harddisk pertama berukuran 4.4 MB.


Prinsip Kerja Harddisk

Spindle memiliki sebuah penggerak yang disebut spindle motor, yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk dalam kecepatan tinggi. Perputaran ini diukur dalam satuan rotation per minute (RPM). Makin cepat putaran tiap menitnya, makin bagus kualitas harddisk tersebut. Ukuran yang lazim kita dengar adalah 5400, 7200, atau 10.000RPM.


Sebuah peranti baca-tulis elektromagnetik yang disebut dengan heads ditempatkan pada kedua permukaan pelat. Heads berukuran kecil ini ditempatkan pada sebuah slider, sehingga heads bisa membaca data/informasi yang tersimpan pada pelat dan merekam informasi ke dalam pelat tersebut.

Slider ini dihubungkan dengan sebuah lengan yang disebut actuator arms. Actuator arms ini sendiri dipasang mati pada poros actuator, di mana seluruh mekanisme gerakan dari actuator ini dikendalikan oleh sebuah papan pengendali (logic board) yang mengomunikasikan setiap pertukaran informasi dengan komponen komputer yang lainnya. Antara actuator dengan karena keduanya dihubungkan dengan sebuah kabel pita tipis. Kabel inilah yang menjadi jalan instruksi dari dan ke dalam pelat harddisk.

Jumlah pelat masing-masing harddisk berbeda-beda, tergantung dari ukuran/daya tampung masing-masing pelat dan ukuran harddisk secara keseluruhan.

Sebuah pelat harddisk pada umumnya memiliki daya tampung antara 10 atau 20gigabyte (GB). Sebuah harddisk yang berkapasitas total 40GB berarti memiliki 2 pelat, sedangkan bila berukuran 30GB, ia memiliki dua buah pelat berukuran 10 dan 20GB atau tiga buah pelat berukuran 10GB. Masing-masing pelat harddisk mampu menangani/menampung puluhan juta bit data. Data-data ini dikelompokkan ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar, sehingga memungkinkan pengaksesan informasi yang lebih cepat dan mudah.


Masing-masing pelat memiliki dua buah head, satu berada di atas permukaan pelat, satunya lagi ada di bawah head. Dari sini ketahuan bahwa harddisk yang memiliki tiga buah pelat misalnya (rata-rata sebuah harddisk memang terdiri atas tiga pelat) memiliki total enam permukaan dan enam head. 

Masing-masing pelat memiliki kemampuan merekam dan menyimpan informasi dalam suatu lingkaran konsentris yang disebut track (bayangkan track ini seperti lintasan dalam suatu arena perlombaan atletik). 

Masing-masing track terbagi lagi dalam bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut sektor (sector). Nah, setiap sektor dalam tracktrack harddisk ini mampu menampung informasi sebesar 512 bytes. 

Sektor-sektor dalam sebuah harddisk ini tidak dikelompokkan secara mandiri tetapi dikelompokkan lagi dalam sebuah gugusan yang lebih besar yang disebut cluster. Apa fungsi peng-cluster-an ini? Tak lain adalah untuk membuat mekanisme penulisan dan penyimpanan data menjadi lebih sederhana, lebih efisien, tidak berisiko salah, dan dengan demikian memperpanjang umur harddisk. 

Sekarang kita ambil contoh ketika kita tengah menjalankan sebuah program spreadsheet pada komputer kita. Ketika kita memasukkan data ke dalam program spreadsheet, di sana terjadi ribuan atau bahkan jutaan pengaksesan disk secara individual. Dengan demikian, memasukkan data berukuran 20megabyte (MB) ke dalam sektor-sektor berukuran 512 byte jelas akan memakan waktu dan menjadi tidak efisien.

Untuk mengefisienkan pekerjaan, inilah yang dilakukan berbagai komponen dalam PC secara bahu-membahu.
 

Fungsi Hardisk

Harddisk
 merupakan ruang simpan utama dalam sebuah computer. Di situlah seluruh sistem operasi dan mekanisme kerja kantor dijalankan, setiap data dan informasi disimpan.

Dalam sebongkah harddisk, terdapat berbagai macam ruangruang kecil (direktori, folder, subdirektori, subfolder), yang masing-masing dikelompokkan berdasarkan fungsi dan kegunaannya. Di situlah data-data diletakkan.


Ruang kecil dalam harddisk bekerja dalam logika saling tergantung (interdependent). Data/informasi dalam satu ruang kadangkala diperlukan untuk menggerakkan data/ informasi yang berada di ruang lain. Ada ruang di mana data di dalamnya tidak boleh diutak-atik atau dipindahkan ke tempat lain, ada ruang di mana kita bisa membuang dan menaruh data secara bergantian sesuai kebutuhan.


Harddisk
 terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle. 

Bagian bagian Harddisk 
 

1. Spindle 

Harddisk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing.


Dahulu harddisk menggunakan ball bearing namun kini harddisk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran harddisk. Semakin cepat putaran rpm harddisk maka semakin cepat transfer datanya.
 
 

2. Cakram Magnetik (Magnetic Disk) 

Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada harddisk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam harddisk terdapat beberapa cakram magnetik. 


Harddisk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran harddisk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
 
 

3. Read-write Head 

Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur harddisk lebih lama.
 
Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.
 
 

4. Enclosure 

Enclosure adalah lapisan luar pembungkus harddisk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam harddisk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.


Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat harddisk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam harddisk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
 
 

5. Interfacing Module 

Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik yang mengendalikan kerja bagian dalam harddisk, memproses data dari head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya. Interfacing modul yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics) dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin. 


Teknologi terbaru dari interfacing module adalah teknologi Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu harddisk ditangani oleh satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan efisien. Harddisk SATA sekarang perlahan sudah menggantikan harddisk ATA yang makin lama mulai hilang dari pasaran.
 
 

Satuan Data Harddisk 

Satuan data harddisk
 dinyatakan dalam Byte (B) dan satuan transfer data harddisk dinyatakan dalam bit (b). Sekarang ukuran harddisk sudah mencapai 500GB bahkan 1000 GB (1 Terra Byte), sehingga menyimpan data menjadi lebih leluasa. 

Mengapa pada properti ukuran harddisk tidak sama dengan kapasitas harddisk ?
 
Perlu diketahui bahwa 1 KB= 1024 B jadi bukan 1000B, jadi 1GB bukan 1.000.000.000B melainkan 1.073.741.824B.
 
 

Beberapa pabrik pembuat harddisk yang terkenal 
 

Seagate
Maxtor
West Digital
Quantum
Samsung
 
 

Teknologi Harddisk 

1. RAID (Redudancy Array of Independent Disk) 

 
RAID adalah teknologi penggabungan beberapa harddisk yang oleh sebuah operating system komputer dianggap menjadi satu harddisk. Konsep ini pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley pada tahun 1987.


Keuntungan RAID adalah peningkatan kecepatan akses pada harddisk. Dengan menggantikan harddisk besar dengan beberapa harddisk kecil maka dimungkinkan pembacaan data secara paralel pada masing-masing harddisk. RAID diibatatkan sebuah database harddisk yang menghasilkan data secara paralel sesuai dengan indeks pengalamatan harddisk. 


2. S.M.A.R.T (Self Monitoring, Analysis and Reporting Technology)

 
SMART adalah teknologi monitoring kinerja harddisk. Dengan SMART maka harddisk mampu mendeteksi adanya error dan melaporkan error ini kepada sistem. SMART paertama kali dipelopori oleh COMPAQ, namun kini hampir semua menggunakan teknologi SMART.


Keuntungan penggunaan SMART adalah adanya peringatan dini terhadap ketidak normalan yang terjadi pada harddisk sehingga pengguna dapat melakukan tindakan preventif seperti memback-up data.


Selasa, 01 Oktober 2013

Mengenal Berbagai Macan Flip-Flop







Flip Flop



BAB I
FLIP-FLOP

1.1.  Dasar Teori
Rangkaian Logika terbagi menjadi dua kelompok yaitu rangkaian logika kombinasional dan rangkaian sekuensial.  Rangkaian logika kombinasional adalah rangkaian yang kondisi keluarannya (output) dipengaruhi oleh kondisi masukan (input). Rangkaian logika sekuensial adalah rangkaian logika yang kondisi keluarannya dipengaruhi oleh masukan dan keadaan keluaran sebelumnya atau dapat dikatakan rangkaian yang bekerja berdasarkan urutan waktu. Ciri rangkaian logika sekuensial yang utama adalah adanya jalur umpan balik (feedback) di dalam rangkaiannya.
Rangkaian yang termasuk rangkaian logika kombinasional yaitu Dekoder, Enkoder, Multiplekser, Demultiplekser. Pada rangkaian-rangkaian itu terlihat bahwa kondisi keluaran hanya dipengaruhi oleh kondisi masukan pada saat itu.  Adapun contoh rangkaian yang termasuk rangkaian sekuensial yaitu flip-flop, counter, dan register.
Flip-flop adalah rangkaian utama dalam logika sekuensial. Counter, register serta rangkaian sekuensial lain disusun dengan menggunakan flip-flop sebagai komponen utama. Flip-flop adalah rangkaian yang mempunyai fungsi pengingat (memory). Artinya rangkaian ini mampu melakukan proses penyimpanan data sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan kepadanya. Data yang tersimpan itu dapat dikeluarkan sesuai dengan kombinasi masukan yang diberikan.
Ada beberapa macam flip-flop yang akan dibahas, yaitu flip-flop R-S, flip-flop J-K, dan flip-flop D. Sebagai tambahan akan dibahas pula masalah pemicuan yang akan mengaktifkan kerja flip-flop.
Hubungan input-output ideal yang dapat terjadi pada flip-flop adalah:
1)      Set, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika positif (1) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
2)      Reset, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) bernilai logika negatif (0) saat dipicu, apapun kondisi sebelumnya.
3)      Tetap, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan keluaran (Q) tidak berubah dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
4)      Toggle, yaitu jika suatu kondisi masukan mengakibatkan logika keluaran (Q) berkebalikan dari kondisi sebelumnya saat dipicu.
Secara ideal berdasar perancangan kondisi keluaran Q’ selalu berkebalikan dari kondisi keluaran Q.
1.6.2.      Pemicuan Flip-Flop
Pada flip-flop untuk menyerempakkan masukan yang diberikan pada kedua masukannya maka diperlukan sebuah clock untuk memungkinkan hal itu terjadi.  Clock yang dimaksud di sini adalah sinyal pulsa yang beberapa kondisinya dapat digunakan untuk memicu flip-flop untuk bekerja. Ada beberapa kondisi clock yang biasa digunakan untuk menyerempakkan kerja flip-flop yaitu :
1)      Tepi naik         : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika rendah (0) ke logika tinggi.
2)      Tepi turun        : yaitu saat perubahan sinyal clock dari logika tinggi (1) ke logika rendah (0).
3)      Logika tinggi   : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika 1.
4)      Logika rendah : yaitu saat sinyal clock berada dalam logika. 
Selanjutnya cara pengujian pemicuan suatu flip-flop akan dijelaskan dalam Tabel 3.2. Pada tabel tersebut, kita gunakan penerapan logika positif. Kondisi Clock High, yaitu saat clock ditekan sama artinya dengan logika 1, sedangkan saat clock dilepas sama artinya dengan logika 0. Jika pada langkah pengujian pertama keadaan sudah sesuai dengan tabel, pengujian dapat dihentikan, demikian seterusnya.
Tabel 3.1. Pengujian Pemicuan Clock
Langkah Pengujian
Clock
Input
Output
Jenis Pemicuan
1.
1
Diubah-ubah
Berubah
Logika Tinggi
2.
0
Diubah-ubah
Berubah
Logika rendah
3.
0
Diubah-ubah
Tetap
Tepi naik
0 ke 1
(ditekan)
Diubah-ubah
Berubah
1
Diubah-ubah
Tetap
4.
1
Diubah-ubah
Tetap
Tepi turun
1 ke 0
(dilepas)
Diubah-ubah
Berubah
0
Diubah-ubah
Tetap

1.6.3.      Flip-Flop R-S
Flip-flop R-S adalah rangkaian dasar dari semua jenis flip-flop yang ada. Terdapat berbagai macam rangkaian flip-flop R-S, pada percobaan ini flip-flop R-S disusun dari empat buah gerbang NAND 2 masukan. Dua masukan flip-flop ini adalah S (set) dan R (reset), serta dua keluarannya adalah Q dan Q’.
Kondisi keluaran akan tetap ketika kedua masukan R dan S berlogika 0.  Sedangkan pada kondisi masukan R dan S berlogika 1 maka kedua keluaran akan berlogika 1, hal ini sangat dihindari karena bila kondisi masukan diubah menjadi berlogika 0 kondisi kelurannya tidak dapat diprediksi (bisa 1 atau 0). Keadaan ini disebut kondisi terlarang. Selanjutnya kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu akan dijelaskan melalui Tabel 3.1.

Gambar 3.3. Rangkaian Percobaan Flip-Flop R-S
Tabel 3.2.a. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock
No.
S
R
Clock
Keterangan
1.
1
1
Aktif (1)
Kondisi terlarang
2.
1
1
Tepi turun (Berubah dari 1 ke 0)
Kondisi pacu
3.
1
1
Tidak aktif (0)
Kondisi tak tentu
Tabel 3.2.b. Kondisi terlarang, pacu, dan tak tentu, karena perubahan clock dan masukan yang serempak
No.
S
R
Clock
Keterangan
1. 
1
1
Aktif (1)
Kondisi terlarang
2.
0
0
Tepi turun
Kondisi pacu
3.
0
0
Tidak aktif (0)
Kondisi tak tentu
1.6.4.      Flip-flop D
Flip-flop D dapat disusun dari flip-flop S-R atau flip-flop J-K yang masukannya saling berkebalikan. Hal ini dimungkinkan dengan menambahkan salah satu masukannya dengan inverter agar kedua masukan flip-flop selalu dalam kondisi berlawanan. Flip-flop ini dinamakan dengan flip-flop data karena keluarannya selalu sama dengan masukan yang diberikan. Saat flip-flop pada keadaan aktif, masukan akan diteruskan ke saluran keluaran.

1.6.5.      Flip-flop J-K
Flip-flop J-K merupakan penyempurnaan dari  flip-flop R-S terutama untuk mengatasi masalah osilasi, yaitu dengan adanya umpan balik, serta masalah kondisi terlarang seperti yang telah dijelaskan di atas, yaitu pada kondisi masukan J dan K berlogika 1 yang akan membuat kondisi keluaran menjadi berlawanan dengan kondisi keluaran sebelumnya atau dikenal dengan istilah toggle. Sementara untuk keluaran berdasarkan kondisi-kondisi masukan yang lain semua sama dengan flip-flop R-S.

1.6.  Register
     Register merupakan sekelompok flip-flop yang dapat menyimpan informasi biner yang terdiri dari bit majemuk. Register dengan n flip-flop mampu menyimpan sebesar n bit. Ada dua cara untuk menyimpan dan membaca  data ke dalam register, yaitu seri dan paralel. Dalam operasi paralel, penyimpanan atauc  ftttaaan pembacaan dilakukan secara serentak oleh semua tingkat reigster. Sedangkan untuk operasi seri, diterapkan secara sequential bit demi bit sampai semua tingkat register terpenuhi.
Ada empat tipe register :
1.      Serial In – Serial Out
2.      Paralel In – Paralel Out
3.      Serial In – Paralel Out
4.      Paralel In – Serial Out
1.6.1.      Register Serial In – Serial Out
     Pada Register Serial In – Serial Out, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluarannya juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip-flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip-flop kedua menerima masukan dari flip-flop pertama, dan seterusnya. 
1.6.2.      Register Paralel In – Paralel Out
     Register Paralel In - Paralel Out mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya. Pada register jenis ini, data masuk dan keluar secara serentak. Dan hanya membutuhkan satu kali picu.

1.6.3.      Register Serial In – Paralel Out
     Register serial In – Paralel Out mempunyai satu saluran masukan dan saluran keluaran sejumlah flip-flop yang menyusunnya. Data masuk satu-persatu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak. Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.

1.6.4.      Register Paralel In – Serial Out
Register Paralel In - Serial Out mempunyai jalur masukan sesuai dengan jumlah flip-flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan dikendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu-persatu (secara serial).

Pengertian dan Jenis Flip-Flop

Flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang dirangkai menjadi suatu gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial. Nama lain dari flip-flop adalah multivibrator bistabil.
Ada berbagai jenis flip-flop ditinjau dari beberapa aspek namun pada penulisan ini yang kami bahas adalah  flip-flop yang ditinjau dari cara kerjanya yang terdiri dari:
1.      Flip-Flop RS
 
Flip-flop ini mempunyai dua masukan dan dua keluaran, di mana salah satu keluarannya (y) berfungsi sebagai komplemen. Sehingga flip-flop ini disebut juga rangkaian dasar untuk membangkitkan sebuah variabel beserta komplemennya. Flip-flop RS dapat dibentuk dari kombinasi dua gerbang NAND atau kombinasi dua gerbang NOR.
2.      D Flip-Flop
Nama flip-flop ini berasal dari Delay. Flip-flop ini hanya mempunyai satu masukan, yaitu D. Jenis flip-flop ini sangat banyak dipakai sebagai sel memori dalam komputer.
D Flip-flop merupakan salah satu jenis flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop S-R. Perbedaannya dengan flip-flop S-R terletak pada inputan R, pada D Flip-flop inputan R terlebih dahulu diberi gerbang NOT, maka setiap input yang diumpankan ke D akan memberikan keadaan yang berbeda pada input S-R, dengan demikian hanya akan terdapat dua keadaan S dan R yaitu S=0 dan R=1 atau S=1 dan R=0, jadi dapat diisi. Master Save D Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang memiliki 2 latch D dan sebuah inverter. Latch yang satu bernama Master dan yang kedua bernama Slave.
3.      JK Flip-Flop
Dari uraian subbab-subbab sebelumnya dapat dilihat bahwa dasar dari semua flip-flop adalah flip-flop RS.  JK Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun untuk megantisipasi keadaan terlarang pada flip-flop S-R. Dalam prakteknya, ada kalanya perlu merealisasikan flip-flop tertentu daripada flip-flop yang tersedia, misalnya flipflop yang dibutuhkan tidak tersedia atau dari serpih (chip) flip-flop yang digunakan masih ada sisa flip-flop dari jenis lain yang belum termanfaatkan. Sebagaimana diuraikan di depan, flip-flop D dapat dibangun dari flip-flop JK dengan memberikan komplemen J sebagai masukan bagi K. Flip-flop D yang disusun dari flip-flop JK.
4.      T Flip-Flop
T Flip-flop merupakan rangkaian flip-flop yang dibangun dengan menggunakan flip-flop J-K yang kedua inputnya dihubungkan menjadi satu, maka akan diperoleh flip-flop yang memiliki watak membalik output sebelumnya jika inputannya tinggi dan outputnya akan tetap jika inputnya rendah. Flip-flop T dapat dibentuk dari flip-flop JK dengan menggabungkan masukan J dan K sebagai masukan T. Perhatikan bahwa bila T=0 akan membuat J=K=0 sehingga keadaan flip-flop tidak berubah. Tetapi bila T=1, J=K=1 akan membuat flip-flop beroperasi secara toggle.